Sunday, 17 March 2013

Ketaksuban

Ketaksuban. Suatu subjek yang telah mendominasi beberapa pertemuann santai dengan kawan-kawan beberapa hari kebelakangan ini. Ada antara mereka penyajak dan penulis, perupa, pembikin filem,jurnalis dan peminat seni. Mereka merentas pelbagai kelompok, komuniti, persatuan malah aliran pemikiran. Mereka juga melintas generasi: ada yang jauh lebih 'dewasa' dari saya, dan ada dari generasi baru. Malah ada yang dalam peringkat seperti cambah nyiur, atau tunas yang baru memutik. Perkara yang sering dipertanyakan adalah: kenapakah masyarakat kita seolah begitu mendambakan pencapaian nikmat atau kepuasan dengan cepat (instant gratification), dan kerana itu, terkesan kurang bersedia untuk merenung, apatah lagi bertafakur dan berfikir. Akibat kurangnya siapsiaga alias malas untuk berfikir ini,kita mudah menyerahkan diri untuk menjadi pengikut dan pendewa 'tokoh', samada tokoh itu bergaris A, B, C atau D. Ataupun samada tokoh atau barangkali lebih tepat disebutkan ikon itu yang menghiasi halaman media cetak atau media baru. Samada ikon muzik, filem,sosial, lembaga swadaya masyarakat atau NGO, atau apa bidang kehidupan sekalipun. Dan kemalasan untuk berfikir itu sama naiknya dengan sikap pendewaaan yang berlebihan daripada kita. Biasanya pendewaan itu bukan berlandaskan kesetiaan pada prinsip dan ide, tapi lebih menjurus pada kepentingan yang bukan kepentingan atau kemaslahatan awam. Kasih, pada persekitaran kita, pada kemanusiaan umunya, jauh dari menjadi landas atau leitmotif sikap atau tindakan kita. Dari sini jalan yang membawa pada ketaksuban begitu dekat sekali. Saya memberitahu teman-teman saya: tidak ada jalan keluar yang mudah. Ini persoalan budaya. Anggaplah ini sebagai suatu amanah, terutamnya pada anda yang bertanya. Usahakan pencerahan melalui proses seni dan budaya, dan pendidikan tentunya. Usah terlalu mengharapkan pulangannya. Dan jalannya mungkin saja mulus, atau mungkin tersandong kerikil dan cabaran. Tidak perlu romantis seperti perupa van Gogh kurun 19 lalu, dan tidak perlu juga mencari jalan romantis untuk mewirakan diri. Bukankah mengurus cabaran merupakan sebagian dari dinamika kehidupan? Bukan sekedar mengisi kehidupan dengan joie de vivre, nikmat kehidupan, malah yang penting ianya juga merupakan ujian keimanan kita. Apakah sekedar pandai dan lihai bersilat lidah dan bahasa, maupun retorika. Ataupun apa?

1 comment:

  1. Saya ingin berbagi cerita kepada anda bahwa saya ini IBU PUSPITA seorang TKI dari malaysia dan secara tidak sengaja saya buka internet dan saya melihat komentar ibu hayati yg dari honkong tentan MBAH KABOIREN yg telah membantu dia menjadi sukses dan akhirnya juga saya mencoba menghubungi beliau dan alhamdulillah beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor toto 6D dan alhamdulillah itu betul-betul terbukti tembus,kini saya sangat berterimakasih banyak kepada MBAH KABOIRENG dan jika anda ingin seperti saya silahkan hubungi MBAH KABOIRENG di 085-260-482-111,saya juga tidak lupa mengucap syukur kepada ALLAH karna melalui MBAH KABOIRENG saya juga sudah bisa sesukses ini dan jangan mudah percaya kepada MBAH yg lain selain MBAH KABOIRENG karna saya juga pernah mengalami yg namanya dibohongin sama para normal yg lain,ini bukan rekayasa dari saya melainkan ini kisah nyata dari seorang TKI,jangan ada percaya klau ada yg memakai pesan ini klau bukan atas nama saya krna itu cuma bohan dan ini resmi saya yg menulis.Untuk yg punya rum erimakasih atas tumpangannya. KLIK _ GHOB _ 2D 3D _ 4D _ 6D _ DISINI












    Saya ingin berbagi cerita kepada anda bahwa saya ini IBU PUSPITA seorang TKI dari malaysia dan secara tidak sengaja saya buka internet dan saya melihat komentar ibu hayati yg dari honkong tentan MBAH KABOIREN yg telah membantu dia menjadi sukses dan akhirnya juga saya mencoba menghubungi beliau dan alhamdulillah beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor toto 6D dan alhamdulillah itu betul-betul terbukti tembus,kini saya sangat berterimakasih banyak kepada MBAH KABOIRENG dan jika anda ingin seperti saya silahkan hubungi MBAH KABOIRENG di 085-260-482-111,saya juga tidak lupa mengucap syukur kepada ALLAH karna melalui MBAH KABOIRENG saya juga sudah bisa sesukses ini dan jangan mudah percaya kepada MBAH yg lain selain MBAH KABOIRENG karna saya juga pernah mengalami yg namanya dibohongin sama para normal yg lain,ini bukan rekayasa dari saya melainkan ini kisah nyata dari seorang TKI,janan ada percaya klau ada yg memakai pesan ini klau bukan atas nama saya krna itu cuma bohon dan ini resmi saya yg menulis.Untuk yg punya rum erimakasih atas tumpangannya. KLIK _ GHOB _ 2D 3D _ 4D _ 6D _ DISINI

    ReplyDelete